Masato 1

Batam, 09 Desember 2024
21.28
Loka – Gudang

Malam ini aku duudk mendengarkan beberapa lagu menenangkan. Baru saja aku mengadu kasih, berjumpa cinta yang sedang sibuk dengan aktivitasnya. Yang sedang seru dengan dunianya. Berlari kecil, mengeluarkan peluh-peluh, membasuh Sebagian kaos hitam band metal yang ia kenakan. 

Aku melihatnya dengan bangga. Bisa berbahagia dengan hal kecil dan sederhana. Orang-orang mungkin memandang kami sebagai pria dewasa dan Perempuan yang sedang seru berbincang. Tapi aku, dimataku, aku hanya melihat seorang anak lelaki yang sedang berusaha memamerkan sesuatu kepadaku. Katanya, dulu kakinya jika lurus ia mampu mencium lututnya. Beberapa kali mencoba, tanpa berusaha memberi bukti. Sembari tertawa kecil melihat tingkahnya yang gagal pamer itu. 

Ia bercerita tentang musik, tentang melodi, irama dan nama band favorit, dulu sekali katanya. Maka aku berpikir, bagaiaman serunya masa kecilnya ya. Permainan apa yang dulu ia senang mainkan? Siapa nama teman paling solidnya? Usia berapa kenakalan-kenakalannya bermula? 

Ku pikir mungkin kali ini aku menjatuhkan hati pada pria dihadapanku. Dan barangkali aku sudah mampu mengemban rasa ini dengan lebih bijaksana dan bertanggung jawab. 

Jujur, aku menginginkannya lebih dari Batasan yang seharusnya saat ini dapat kumiliki. Seutuhnya, sepenuhnya, semauku dan semuanya. Sampai kusadari bahwa; aku sulit memberikan batas pada diriku. Sesuatu kebahagiaan rasanya tidak pantas untuk diberi jeda, jarak dan waktu. Aku merasa buta. Seperti dibutakan kehampaan dan rasa sedih dari ego yang tidak terpenuhi.

Akankah aku bisa menjatuhkan hatiku padamu dengan penuh rasa pengertian dan kerelaan?

Tasya



Comments

Popular posts from this blog

Review Buku Disforia Inersia, gimana sih isinya?

Mtk, Doi yang dinamis

Gagal Dewasa 2