Secangkir sajak malam ini
Rasanya sulit tuk melepas diri dari belenggu ini. Membentengi langkah tuk berlari. Memadamkan kobaran api sinergi. Menarik pikiran dan terikat oleh kebodohan. Beri aku tali! Tarik aku dari jeratan pesimisme ini. Tapi akhirnya ribuan motivasi masih belum mampu menembus nurani. Memutuskan tali dan menjatuhkan lebih dalam lagi. Lagi,lagi,lagi. Tenggelam dalam kepahitan. Tenggelam pada putus asanya pikiran. Tenggelam dalam lelahnya untuk melanjutkan kehidupan. Sejenak mata ku terbuka, selalu ada harapan. Tapi senja segera terbenam di ufuk barat. Lagi dan terus berlari, tapi kembali mentari mengkhianati. Aku bagai lilin dibibir pantai ini. Hidup untuk musnah dan diam untuk mati. Mencari frasa ditengah seluk beluknya kehidupan. Barangkali ada sela tuk melangkahn setidaknya untuk malam ini. Pikiran bergulat pada rumitnya jalan takdir. Nyatanya, garis kehidupan sulit diajak kompromi, sukar dipahami, tak bisa naik banding apalagi dihindari. Kalimat mutiara berkata, biarkan itu m...