Sehelai Daun Yang Gugur

Hidup ini bagai pohon. Dan daun adalah waktunya.

Terimakasih untuk hari ini. Aku masih bisa menghirup napas. Masih bisa sarapan kue. Masih bisa sekolah, berjumpa teman dan belajar. Masih bisa melihat. Masih bisa berbicara. Masih punya keluarga. Tak terhitung berapa banyak kenikmatan yang kuterima tiap waktu. Allhamdulillah

Terimakasih buat yang first, second and trith tercepat meluncurkan selamat dan harapan harapan baik kepada ku. Yang rela nunggu jam 12 malam. Mengelakkan kantuk cuman untuk memberi salam pada umur ku yang baru. Terimakasih, kalian spesial ❤

Dihari ini. Daun ku gugur satu. Pada artinya, bahwa jatah hidup ku didunia sudah bergugur satu tahun. Bahwa aku mulai menapaki satu langkah kejenjang yang lebih tinggi. Pada pemikiran dan sikap yang lebih dewasa. Dengan tingkah dan ahlak yang lebih baik lagi. Dan harapan juga target hidup harus lebih komitmen.

Sekali lagi. Mari sapa kepada umur ku yang baru. Hai 16!

Semoga engkau adalah angka baru dihidupku dengan lembaran baru juga untukku. Semoga engkau adalah angka yang membawa rahmat dan berkah bagi umur ku. Semoga engkau adalah semangat dan tekad kuat untuk jiwa ku.

Hai 16!
Saatnya bagiku untuk tutup buku dan lembaran diangka 15. Melupakan hal hal dan kenangan tidak baik. Jadikan cerminan dan guru untuk kedepannya.

16, kamu adalah angka yang tak kutunggu tapi pasti kau akan hadir. Adalah angka yang membangkitkanku dari kertepurukan di 15. Bangun, dan lanjut berjalan pada arus kehidupan.

16. Semoga engkau adalah angka yang membawa ridho untukku.

Aminn

Btw, gue belum sempat main layang-layangan :'v. Oke aku jelasin dikit. Jadi, aku kalau ulangtahun ngerayainnya dengan cara main layang-layang. Dimulai dari tahun kapan? Jawabannya adalah tahun lalu:'v. Menyenangkan ternyata main layang-layang. Ngelihat langit dan awan. Ngerasain angin. Rasanya tenang. Dan sederhana. Dan aku udah rencana insyaallah minggu ini main layang-layangan. Dan udah dipersiapkan bakal minjem layangannya bang firman :'v. (Kalau lu pembaca setia blog gua dan selalu ngikutin ceritanya lu pasti tau):'v. Jadi layangan termahal ku yang harganya empat puluh lima ribu itu patah. Yang kukira jangka penggunaannya bisa 5th eh gataunya 1 semester ga nyampe.  Aku sempet sedih kehilangan layangan empat puluh lima ribu itu. Kedati, otakku langsung ngebayangin aku harus berdebat tawar menawar dengan penjual layangannya itu. Layangannya bagus aih, bisa dilipat dan dicuci. Jadi itu mungkin yang buaf harganya jadi empat puluh lima ribu. Oke dan gue mulai keliatan songongnya dengan nama layangan empat puluh lima ribu yang ku sebut sebut :'v

Segini ajadeh. Doain ya semoga ada semangatnya lagi buat update. See you in next post!!!
Wassalamualaikum wr.wb

Comments

  1. Karna yang "Terimakasih buat yang first, second and trith tercepat meluncurkan selamat dan harapan harapan baik kepada ku." udah terlalu mainstream dilakuin ama bocah kemaren sore. Telat itu maenan orang dewasa! Yeah!!!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Buku Disforia Inersia, gimana sih isinya?

Mtk, Doi yang dinamis

Gagal Dewasa 2