Im Human To




Kali ini, gue baper lagi. Terlalu sering bagi gue baper, eh tapi baper gue masih dalam porsi sedang. Ketemu lagi dengan gue disini, Tasya gadis coeg, hidung pesek, dan agak sedikit gesrek (kadang). Dan kembali lagi gue berterimakasih tak henti-hentinya bagi kalian readers  yang datang kesini disengaja maupun tidak disengaja.

Jujur, jujur saja. Siapa yang bilang bahwa menjadi juara 1 kelas itu enak? tak perlu juara 1, anggaplah 10 besar saja. Banyak, tak bisa terhitung bagi mereka-mereka yang suka memberi label pada 10 besar murid pintar dikelas. Sering sekali mereka-mereka kerap memberi komentar " lu kan juara 1 aja masa ga bisa?" jika sang juara tak bisa menjawab pertanyaan dari guru. 

Saya tegas kan kembali, hey! Kami ini juga manusia. Wajar jika kami ada tidak tau, tolong dan mohon saya minta tolong jangan berkomentar kasar seperti itu lagi. Gue bete, emangnya enak apa diberi komentar seperti itu? jujur aja, kadang gue berasa agak mau ngedown jika diberi komentar seperti itu. Ada sakit-sakitnya gitu. Karna gue ga pernah merasa memberi mereka komentar jurus menerkam hati, kalo sekarang gue mau komentarin mereka juga bisa "elu, udah tau bodoh. Eh bodoh lagi, belajar ngapaa" Coba bayangkan jika kata-kata itu yang terlontar dari mulut gue, pasti, pasti bukan cuman 1/2 orang yang sewot mungkin sekelas pada nasih label dengan gue "sombong"

Tapi gue heran, lantas kenapa kalau mereka ya... bisa dibilang 10 kebawah berkomentar kasar, yang lain cuek dan ga sewot? apa karna orang pintar dikelas dalam keadaan minioritas? hey, minioritas juga manusia. 

Gue juara kelas bukan karna gue tau segala hal, tapi karna gue ingin tau. Gue bisa juara kelas karna gue juga berasal dari salah, paham dan bisa menjadi benar. Gue bisa jadi juara kelas bukan karna nilai gue 100 muluk, hue jua sering remedi, tapi gue berusaha dan pada akhirnya gue bisa dapet nilai jauh dari kkm.

Dan gue tegaskan sekali lagi, orang pintar bisa menjadi pintar bukan karna dia tau segala hal duluan. Tapi karna ia ingin tau dan akhirnya dia menjadi tau. Bahka bisa lebih dari tau.

Dan gue bete jika dikomentarin kasar seperti itu. Yang membedakan antara kami para 10 besar dan kalian yang sukanya berkomentar . Kita berawal dari sama-sama salah dan tidak tau. Tapi kami bisa menjadi lebih tau, karna rasa ingin tau.

dan gue tegaskan sekali lagi, bahwa gue juga manusia. Juga punya perasaan dan tolong jangan berkomentar kasar lagi.

Tapi susah juga meminta pada seorang untuk jangan berkomentar kasar, ya , bikin antisipasi diri aja. Mereka yang suka menjudge adalah motivasi yang tertutupi. 

And bagi lo yang sama kaya gue, stay kepo, stay bawel, stay ingin tau, stay awasome.. 
gue tasya coeg undur diri.. Stay be the best .. 


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review Buku Disforia Inersia, gimana sih isinya?

Mtk, Doi yang dinamis

Gagal Dewasa 2