Cerpen ku




                                     Begitu Sakit Namun Mencoba Untuk Kuat


             Bersyukurlah mereka yang mempunyai keluarga utuh.Merasakan kasih sayang abang,
             adik, kakak,  ayah, bunda yang sempurna. Sayang, aku tak begitu seberuntung mereka.
             Mempunyai 5 anggota keluarga yang lengkap, namun tidak tinggal di satu atap. ibu dan
             ayahku bercerai pada saat aku kelas 6 SD. Aku dan abang ku ikut dengan mama ku.
             Kami  diusir saat tengah malam. Lebih tepat pukul 7 diatas rintik-rintik hujan yang menari
             bebas diangkasa. Kamu tahu bagaimana rasanya? pergi tanpa tujuan yang jelas.
             Merasakan dinginya udara merobek hati.

             Bersyukur masih ada yang mau menampung kami pada saat seperti ini. Ia seorang
             wanita yang mulia dan baik hati. Hingga suatu kejadian yang tak kuduga itu terjadi
             abang ku seorang lelaki yang melindungi kami pergi meniggalkan aku dan mama
             begitu saja. Kini, hanya aku dan mama ku yang tersisa. Mencoba saling menguatkan
             satu sama lain. Walau dibalik itu kami begitu rapuh.


             Aku mempunyai kakak, ia tinggal di pulau Sumatra . Waktu dulu, mama ku pernah
             menitipkanya ke seorang wanita tua. Mamaku meninggalkanya untuk merantau.
             usul punya usul, wanita tua itu sudah terlanjur jatuh hati ke kakak ku. Ia tak mau
             melepaskanya pergi kembali ke mamaku kecuali dengan satu syarat. Mama harus     
             menebus 60 juta rupiah. Merasa tak mampu akhirnya mama mengalah. Mama pernah
             berkata kepada ku , suatu saat kakak pasti akan datang ke kami. Itulah mengapa
             hingga saat ini aku tak pernah berjumpa denganya. seandainya sekarang ia berada
             disini, kami pasti akan jauh lebih kuat.



             Disekolah, jujur boleh ku katakan aku cukup pintar. Tidak pernah lewat dibawah
             ranking 3. Aku menjabat sebagai wakil ketua osis. Cukup disegani. Mereka
             menganggap aku adalah orang periang. seolah tak pernah ada langit kelabu di hatiku
             Mereka tak mengerti betapa sakitnya menjadi aku, namun tetap berusaha mendapat
             juara. Sedangkan mereka hidup dengan ekonomi yang baik, keluarga yang utuh, dan
             sejuta kasih sayang yang mereka dapat. Namun mereka hanya bermalas-malasan.
             Kehidupan macam apa ini?! Namun apa daya? satu-satunya jalan adalah belajar
             dan berusaha. Aku tak ingin tahu kehidupan seperti apa yang mereka dapat. Karena
             itu hanya akan menyiksa diriku sendiri. Aku harus menjadi orang sukses untuk
             melanjutkan  roda kehidupan yang sejenak berhenti berputar.
            
 

Comments

Popular posts from this blog

Review Buku Disforia Inersia, gimana sih isinya?

Mtk, Doi yang dinamis

Gagal Dewasa 2